Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thứ Ba, ngày 05 tháng 4 năm 2016

Legenda Yakin Conte Dapat Kembalikan Kejayaan Chelsea


​Chelsea telah resmi dan mengonfirmasi manajer anyar mereka untuk musim depan, dia adalah Antonio Conte. Pria asal Italia itu akan terlebih dahulu menyelesaikan Euro 2016 bersama Timnas Italia, sebelum fokus dan langsung menangani John Terry dan kawan-kawan.

Conte akan menggantikan manajer interim Chelsea saat ini, Guus Hiddink, yang ditunjuk untuk membenahi kerusakan yang dilakukan Jose Mourinho. The Special One dipecat pada Desember 2015, setelah kesulitan mengangkat performa Chelsea yang berkutat di papan bawah kala itu.

Penunjukkan Conte pun langsung dinilai tepat oleh legenda klub yang bermain di New York City FC, Frank Lampard. Ia yakin Conte pria yang tepat untuk Chelsea, terutama setelah melihat tangan dinginnya dalam mengembalikan kejayaan Juventus. Conte memberi tiga gelar scudetto beruntun dari 2011 hingga 2014.

“Saya pikir dia manajer yang hebat, dan saya pikir Chelsea memiliki pekerjaan berat saat ini. Saya pikir saat ini mereka berada di periode transisi setelah musim sulit mereka lalui. Dan saya pikir Conte punya karakter yang fantastis. Apa yang ia lakukan untuk Juventus, dan juga Timnas Italia sungguh hebat,” papar Lampard kepada ​Goal, Senin (4/4).

Lampard tidak mengenal langsung Conte, namun mengetahui banyak tentangnya dari mantan anak asuhnya di Juventus yang saat ini satu tim dengan Lampard, Andrea Pirlo.

“Saya telah berbicara dengan Andrea yang mengenalnya dengan sangat baik dan berbicara tinggi mengenainya. Jadi saya pikir dia (Conte) akan membawa kedisiplinan dan etos kerja, semoga saja meningkatkan Chelsea. Saya tak yakin akan mudah, tapi saya pikir dia punya kredibilitas di bidangnya,” urai Lampard.

Thứ Hai, ngày 04 tháng 4 năm 2016

Akibat Virus FIFA, Van Gaal Kecewa dengan Penampilan United Saat Melawan Everton



Manchester United memang memenangi laga pekan 32 Premier League di Old Trafford melawan Everton dengan skor 1-0. Namun jalannya pertandingan jauh dari kata menghibur. Dan manajer Red Devils, Louis van Gaal, kecewa dengan penampilan Michael Carrick dan kawan-kawan.

United baru bermain bagus dan menciptakan peluang di babak kedua, hingga akhirnya gol tercipta dari kaki Anthony Martial. Pertandingan yang berjalan monoton terlihat dari statistik tiga tembakan tepat sasaran yang dilakukan kedua tim.

Van Gaal kecewa, namun memaklumi efek yang ditimbulkan jika pemain bermain selepas jeda internasional, bersama negaranya masing-masing. Fenomena ini dikenal dengan sebutan virus FIFA.


“Kurang lebih ini seperti kemenangan yang dicuri. Kami tak bermain terlalu baik, dan sepertinya kami tidak segar. Anda tidak pernah tahu bagaimana pemain akan kembali setelah jeda internasional. Kami tim yang beruntung,” papar Van Gaal di ​Manchester Evening, Senin (4/4).

“Jika kami kalah, maka kemenangan melawan Manchester City tidak berguna. Sekarang kami masih dalam balapan (merebutkan zona Champions League). Everton juga bermain sedikit berbeda dari yang kami harapkan. Kami ingin memberi hiburan kepada fans, tapi fans terhibur hari ini karena tensi laga,” terangnya.

“Kami kurang lebih memiliki tiga hari persiapan, lebih banyak dari sebelum laga kontra City atau Arsenal. Anda tak pernah tahu sebagai manajer, bagaimana kondisi pemain setelah jeda internasional. Meski begitu kami telah memberi libur satu hari lebih untuk pemain dan ini tidak biasanya terjadi,” sambung Van Gaal.

Atas hasil ini United naik ke peringkat lima menggeser West Ham United yang imbang 2-2 dengan Crystal Palace. Manchester Merah juga terpaut satu poin dengan City yang ada di peringkat empat, dan kedua tim sama-sama memiliki satu laga tunda.

Selepas laga ini. United akan menghadapi kandidat titel Premier League, Tottenham Hotspur di White Hart Lane. Sebelum tiga kali beruntun bermain di Old Trafford melawan Aston Villa, Crystal Palace, dan Leicester City.



“Saya harus berkata sebelumnya di ruang ganti setelah pertandingan, bahwa ini kemenangan yang sangat penting, jika tidak kemenangan melawan City akan percuma,” imbuh Van Gaal.

“Kami masih dekat dengan City, tertinggal satu poin. Juga dengan Arsenal, lima poin tertinggal. Kami harus bermain melawan Tottenham, laga yang tidak mudah, tapi biasanya kami bermain sangat baik melawan tim kuat. Jika kami terus melanjutkannya, saya sangat bahagia,” urai The Iron Tulips.

Thứ Năm, ngày 10 tháng 3 năm 2016

Real Madrid dan Aubameyang Dikabarkan Telah Mencapai Kata Sepakat

Bintang Borussia Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang hingga saat ini telah begitu santer dihubungkan dengan kepindahan ke sejumlah klub top Eropa pada musim panas 2016, termasuk di antaranya adalah Real Madrid. 

Bahkan pemain berusia 26 tahun tersebut juga dikabarkan telah memperoleh lampu hijau untuk hengkang ke raksasa La Liga tersebut pada musim panas 2016, seperti dilansir ​Sport English. 

​Performa Aubameyang memang sangat mengesankan di sepanjang musim ini, dengan menorehkan 32 gol dalam 38 laga yang ia jalani bersama Borussia Dortmund. Striker asal Gabon tersebut sebelumnya juga sempat menyatakan bahwa kakeknya merupakan seorang fans Real Madrid, dan hal tersebut bisa menghempaskan peluang untuk hengkang ke Barcelona. 

Bayer Leverkusen v Borussia Dortmund - Bundesliga

Namun, meski sudah terdapat sebuah kesepakatan yang terjalin antara Aubameyang dengan Real Madrid, namun pembicaraan dengan Borussia Dortmund tentu takkan berjalan dengan lancar. Klub Bundesliga tersebut digadang-gadang takkan rela melepas sang pemain andalannya tersebut di bawah angka 100 juta euro pada musim panas 2016. 

"Bila sebuah tawaran datang senilai 100 juta euro, kami akan berbicara dengan sang pemain," ungkap Presiden Borussia Dortmund, Hans-Joachim Watzke. 

Real Madrid Tegaskan Takkan Tinggal Diam dalam Dominasi Barcelona

Presiden Real Madrid, Florentino Perez akan tetap berjuang untuk membuat klubnya menjadi yang tersukses di Spanyol di tengah dominasi Barcelona saat ini. Hal tersebut sesuai seperti yang ditegaskan oleh Joan Gaspart selaku mantan Presiden Barcelona. 

​Real Madrid hanya mampu memenangkan satu gelar La Liga sejak tahun 2008, sedangkan Barcelona sukses memenangkannya lima kali dalam tujuh musim terakhir. Namun Real Madrid mampu menggenapkan gelar Champions League miliknya dengan yang ke-10 kali alias La Decima. 

Pada musim ini, Real Madrid justru masih tertahan di peringkat ketiga pada klasemen sementara La Liga, dengan berjarak 12 poin di belakang Barcelona. Namun mereka tetap mampu bertahan di Champions League setelah menyingkirkan AS Roma di babak 16 besar. 

"Saya tak mempunyai simpati apapun, namun dia adalah pria yang sangat cerdas, pria yang sangat bertalenta," ungkap Gaspart seperti dilansir ​Goal. 

"Dia juga merupakan sosok yang sangat baik dan memiliki mata yang bagus. Ia tak akan menyerah dengan begitu mudah. Florentino Perez telah berhasil memenangkan sedikit gelar di liga, Champions League dan Copa del Rey, termasuk beberapa di antaranya menghadapi Barcelona."

Barcelona Kecam Komite Anti Kekerasan yang Mengabaikan Komentator Pro Real Madrid

​Barcelona meradang setelah mengetahui Komite Anti Kekerasan La Liga memutuskan untuk tidak melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait komentar yang dilontarkan komentator laga El Clasico, Manolo Sanchís dan Poli Rincón pada 21 November 2015.

Saat itu Sanchiz dan Rincon dengan jelas mendukung aksi kasar yang dilakukan gelandang Real Madrid, Isco, yang ditujukan kepada Neymar. Sanchis dan Rincon bahkan mengatakan bahwa Neymar perlu ditendang beberapa kali karena tingkahnya yang provokatif dalam pertandingan. 

Seperti dilansir ​Marca, Barca yang tidak terima dengan perlakuan dua mantan pemain Real Madrid itu pun akhirnya mengajukan gugatan ke Komisi Anti Kekerasan Olahraga. Namun, sayangnya tidak ada tindakan lebih lanjut yang diambil pihak berwenang untuk menyikapi komentar Sanchis dan Ricon.

Laga itu sendiri akhirnya dimenangkan dengan telak oleh Barcelona dengan skor 4-0 lewat gol-gol yang diciptakan oleh Luis Suarez (dua gol), Neymar, dan Andres Iniesta.

7 Pemain Legendaris Lawan yang Mendapat Aplaus di Santiago Bernabeu

​Suporter Real Madrid selalu menghargai para pemain legendaris klubnya, Itu sudah menjadi tradisi. Namun, mereka juga dikenal mampu menghargai pemain lawan, terutama pemain legendaris dari tim lawan.

Di babak kedua pertandingan Champions League belum lama ini, Francesco Totti masuk lapangan di tengah pertandingan menggantikan Stephan El Shaarawy. Sang Pangeran Roma rupanya menarik simpati para pendukung Los Blancos.

Ia diberi aplaus sambil berdiri atau standing ovation sebagai pengakuan dari pendukung tim lawannya. Totti ternyata bukan satu-satunya rival yang mendapat sambutan hangat Madridistas. Sedikitnya ada tujuh pemain legendaris yang pernah mengalaminya termasuk Totti.

7. Diego Armando Maradona

​Diego Maradona datang ke Camp Nou tahun 1982 setelah menggemparkan dunia bersama TImnas Argentina dan Boca Juniors. Dalam sebuah pertandingan El Clasico, El Pelusa mencetak salah satu gol. Pertandingan berakhir seri.

Pendukung Real Madrid ternyata terkesan dengan penampilan si pendatang baru dari Argentina itu. Mereka memberi sambutan dengan berdiri dan bertepuk tangan.

6. Ronaldinho Gaucho

Diego Maradona bukan satu-satunya pemain Barcelona yang menerima penghargaan para Madridistas. Partai El Clasico 2005/06 menghadirkan Ronaldinho dan Barca menang 2-0.

Pemain Brasil itu mengelabui Sergio Ramos dan Iker Casillas dan mencetak gol Dinho kemudian keluar lapangan dan secara serentak, pendukung Madrid berdiri lalu bertepuk tangan tanda penghargaan atas penampilannya kali itu. Luar biasa.

5. Alessandro Del Piero

​Del Piero adalah salah satu pemain terbesar dalam satu dekade terakhir. Juventus datang ke Santiago Bernabeu dalam pertandingan Champions League fase grup tahun 2008.

Claudio Ranieri lalu mengganti Del Piero di babak kedua dan publik Bernabeu memberi sambutan dengan standing ovation.

4. Ryan Giggs

​Real Madrid bertemu dengan Manchester United di babak 16 besar Champions League 2012/13, musim terakhir Sir Alex Ferguson. 

Ryan Giggs baru masuk di babak kedua dan ketika itulah sambutan luar biasa menantinya, sebuah penghargaan untuk pencapaian Giggs lewat kiprahnya di sepak bola Inggris.

3. Andrea Pirlo

​Real Madrid harus berhadapan dengan Juventus di semifinal Champions League musim lalu. Rekor pertemuan tuan rumah dengan 10 kemenangan.

Namun, hal tak terduga terjadi. Juventus menang ketika masih diperkuat Andrea Pirlo. Itu adalah laga terakhirnya di Champions League. Suporter Madrid lalu memberikan aplaus kepada mantan bintang AC Milan yang pernah hampir membela Madrid itu.

2. Andres Iniesta

​Walau secara tradisi Madrid adalah rival sengit Barcelona, hal itu tak menghalangi suporter Madrid dalam memberi penghargaan. Dalam partai El Clasico pertama musim ini, Luis Enrique memberi pelajaran kepada Rafael Benitez dengan menggilas Madrid 4-0.

Dalam sebuah momen, Andres Iniesta meninggalkan lapangan di babak kedua digantikan oleh Munir Haddadi. Penghargaan spontan diberikan kepada Iniesta.

1. Francesco Totti

​Pemain legendaris dan masih aktif bermain yang terakhir mendapat sambutan adalah Francesco Totti. Kariernya sebagai pemain mungkin akan berakhir di pengujung musim ini.

Madridistas menghargai keberadaan kapten Roma yang mungkin telah menjalani partai terakhir Champions League dalam kariernya itu. Mereka lantas memberi tepuk tangan meriah tanda penghormatan.

Thứ Tư, ngày 09 tháng 3 năm 2016

8 Kelanjutan Karier Pemain Sepakbola yang Terkena Kasus Doping dan Narkoba

​Maria Sharapova secara mengejutkan membuat pengumuman bahwa dirinya gagal tes doping. Petenis cantik asal Rusia itu mengaku tak tahu bahwa obat untuk jantung yang telah diresepkan selama 10 tahun oleh dokter keluarganya ternyata mengandung salah satu zat doping.

Di dunia sepak bola, tes doping secara rutin telah dilakukan selama lebih dari 20 tahun terakhir. Namun, ada saja pemain-pemain yang masih berusaha mencari celah untuk mendongkrak performa mereka lewat zat-zat tambahan dan ilegal.

8. Jack Livermore

Hull City v Sunderland - Premier League

​Mantan pemain Tottenham Hotspur ini sukses memberi citra positif ketika dipinjamkan ke Hull City. Mereka lalu membelinya secara permanen. Ternyata, performa di musim kedua menukik.

Lalu, usai partai melawan Crystal Palace musim ini, Livermore kedapatan menggunakan kokain. Kehilangan anak menjadi penyebab rasa frustrasi pemain asal Inggris ini.

Walau sempat diancam hukuman oleh klub dan FA, sanksi terhadap Jack Livermore pada akhirnya dibatalkan. Mungkin rasa simpati menjadi faktor penentu keputusan tersebut.

7. Mohamed Kallon

Monaco's forward Mohamed Kallon jubilate

​Penyerang asal Sierra Leone ini mengalami kesulitan menembus barisan tim inti Inter Milan. Ada Obafemi Martins dan Adriano sebagai pilihan utama. Mungkin karena itulah Kallon menempuh jalur instan yang di kemudian hari membahayakan kariernya.

Di partai melawan Udinese, Kallon ketanggor menenggak nandrolone lalu dihukum selama delapan bulan. Setelh itu Kallon pindah ke AS Monaco. Di sana ia sempat tampil 48 kali kemudian menghilang dari kancah sepak bola Eropa.

Ia kini menjadi pemilik Kallon FC di negaranya. Timnya cukup sukses dengan menjadi juara FA Cup, juara liga, dan masuk kualifikasi African Champions League.

6. Mark Bosnich

Mark Bosnich

​Karier di Old Trafford tak menjanjikan sejak kedatangan Fabien Barthez. Kelakuannya di luar lapangan juga tak membantu. Mengemudi ugal-ugalan atau hormat Nazi adalah beberapa tingkah buruk Mark Bosnich.

Kariernya hampir terselamatkan di Chelsea. Sayangnya kebugaran menjadi kendala. Ditambah lagi, Bosnich kedapatan mengonsumsi kokain. Ia lalu dipecat dan pulang kampung ke Australia. Kariernya sebagai kiper tak lagi bisa terselamatkan kali itu.

5. Kolo Toure

FBL-ENG-PR-NEWCASTLE-LIVERPOOL

​Mantan bek Arsenal dan Manchester City ini sempat membuat heboh persepakbolaan Inggris. Pada 2011, Kolo Toure tercatat sebagai pemain Premier League pertama yang kena kasus doping dalam tujuh tahun terakhir.

WADA (World Anti-Doping Agency) menemukan zat spesifik yang diaku berasal dari pil diet istri Kolo. Panel FA lalu menyatakan bahwa pemain Pantai Gading ini berkata jujur, walau tetap mengganjar larangan enam bulan.

Kariernya tampak masih bisa diselamatkan di tangan Jurgen Klopp.

4. Garry O’Connor

MK Dons v Birmingham City - Pre-Season Friendly

​Suatu ketika, tersebutlah pemain muda berbakat dari Skotlandia yang mampu menembus timnas dalam usia 18 tahun. Lokomotiv Moscow kemudian tertarik dan merekrutnya.

Setelah itu O'Connor diminati Birmingham City dan bermain di Premier League sebentar, sebelum kasus doping dengan kokain terangkat. Karier Garry kemudian terhempas ke jurang. Ia kini bermain untuk Selkirk FC, klub di divisi level kelima Skotlandia.

3. Adrian Mutu

(FILES) This file photo shows Chelsea's

​Ia pernah dianggap sebagai salah satu penyerang terbaik Eropa. Chelsea lalu memboyong pemain asal Rumania ini. Sayangnya, kasus pelik akibat kecanduan kokain membuat Mutu dipecat plus hukuman larangan bermain tujuh bulan.

Juventus berusaha membangkitkan kembali kariernya. Setelah itu Mutu terlihat mencuat bersama Fiorentina. Namun, lagi-lagi ia kena kasus doping. Setelah menjalani hukuman absen sembilan bulan, Cesena, Ajaccio, dan Petrolul tak lagi bisa menikmati ketajamannya.

2. Diego Maradona

Diego Maradona of Argentina

​Legenda terbesar Argentina ini memang dikenal sebagai pemakai kokain yang setia hingga masa tuanya. Maradona pernah terkena kasus memalukan hingga didepak dari Napoli tahun 1991 akibat terbukti memakai kokain.

Tak hanya sampai di situ, di Piala Dunia 1994 Amerika Serikat, El Diego tampil memukau dan Argentina mungkin bisa jadi juara lagi jika tidak ada kasus ini.

Maradona dicurigai doping lalu dites. Hasilnya positif. El Diego kali itu memakai ephedrine. Maradona lalu hanya bisa bermain di kampung halamannya saja, lalu mengakhiri karier di Boca Juniors.

1. Gerard Kinsella

Fulham v Everton - Premier Academy League Final

​Kisah pemain satu ini mungkin paling memilukan. Gerrard Kinsella adalah mantan lulusan akademi Everton seangkatan dengan Ross Barkley. Ia pernah digadang menjadi gelandang tengah hebat.

Rentetan beberap cedera parah membawanya masuk meja operasi untuk cedera bahu, retak metatarsal, patah tulang leher, robek tulang rawan, meningitis, sampai pergelangan kaki.

Kinsella kemudian terpaksa turun kasta dan bermain di Fleetwood Town. Namun, rasa sakit sisa-sisa cedera sebelumnya tak kunjung usai. Kinsella lalu frustrasi dan tergoda memakai steroid anabolik.

Akibatnya, FA menjatuhkan sanksi larangan dua tahun! Karier Kinsella terancam tamat. Untungnya, AFC Liverpool memberi kesempatan dan sekarang Kinsella sedang membangun kembali kariernya sebagai pemain profesional.