Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Hiển thị các bài đăng có nhãn IFTTT. Hiển thị tất cả bài đăng
Hiển thị các bài đăng có nhãn IFTTT. Hiển thị tất cả bài đăng

Thứ Năm, 10 tháng 3, 2016

Real Madrid dan Aubameyang Dikabarkan Telah Mencapai Kata Sepakat

Bintang Borussia Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang hingga saat ini telah begitu santer dihubungkan dengan kepindahan ke sejumlah klub top Eropa pada musim panas 2016, termasuk di antaranya adalah Real Madrid. 

Bahkan pemain berusia 26 tahun tersebut juga dikabarkan telah memperoleh lampu hijau untuk hengkang ke raksasa La Liga tersebut pada musim panas 2016, seperti dilansir ​Sport English. 

​Performa Aubameyang memang sangat mengesankan di sepanjang musim ini, dengan menorehkan 32 gol dalam 38 laga yang ia jalani bersama Borussia Dortmund. Striker asal Gabon tersebut sebelumnya juga sempat menyatakan bahwa kakeknya merupakan seorang fans Real Madrid, dan hal tersebut bisa menghempaskan peluang untuk hengkang ke Barcelona. 

Bayer Leverkusen v Borussia Dortmund - Bundesliga

Namun, meski sudah terdapat sebuah kesepakatan yang terjalin antara Aubameyang dengan Real Madrid, namun pembicaraan dengan Borussia Dortmund tentu takkan berjalan dengan lancar. Klub Bundesliga tersebut digadang-gadang takkan rela melepas sang pemain andalannya tersebut di bawah angka 100 juta euro pada musim panas 2016. 

"Bila sebuah tawaran datang senilai 100 juta euro, kami akan berbicara dengan sang pemain," ungkap Presiden Borussia Dortmund, Hans-Joachim Watzke. 

Real Madrid Tegaskan Takkan Tinggal Diam dalam Dominasi Barcelona

Presiden Real Madrid, Florentino Perez akan tetap berjuang untuk membuat klubnya menjadi yang tersukses di Spanyol di tengah dominasi Barcelona saat ini. Hal tersebut sesuai seperti yang ditegaskan oleh Joan Gaspart selaku mantan Presiden Barcelona. 

​Real Madrid hanya mampu memenangkan satu gelar La Liga sejak tahun 2008, sedangkan Barcelona sukses memenangkannya lima kali dalam tujuh musim terakhir. Namun Real Madrid mampu menggenapkan gelar Champions League miliknya dengan yang ke-10 kali alias La Decima. 

Pada musim ini, Real Madrid justru masih tertahan di peringkat ketiga pada klasemen sementara La Liga, dengan berjarak 12 poin di belakang Barcelona. Namun mereka tetap mampu bertahan di Champions League setelah menyingkirkan AS Roma di babak 16 besar. 

"Saya tak mempunyai simpati apapun, namun dia adalah pria yang sangat cerdas, pria yang sangat bertalenta," ungkap Gaspart seperti dilansir ​Goal. 

"Dia juga merupakan sosok yang sangat baik dan memiliki mata yang bagus. Ia tak akan menyerah dengan begitu mudah. Florentino Perez telah berhasil memenangkan sedikit gelar di liga, Champions League dan Copa del Rey, termasuk beberapa di antaranya menghadapi Barcelona."

Barcelona Kecam Komite Anti Kekerasan yang Mengabaikan Komentator Pro Real Madrid

​Barcelona meradang setelah mengetahui Komite Anti Kekerasan La Liga memutuskan untuk tidak melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait komentar yang dilontarkan komentator laga El Clasico, Manolo Sanchís dan Poli Rincón pada 21 November 2015.

Saat itu Sanchiz dan Rincon dengan jelas mendukung aksi kasar yang dilakukan gelandang Real Madrid, Isco, yang ditujukan kepada Neymar. Sanchis dan Rincon bahkan mengatakan bahwa Neymar perlu ditendang beberapa kali karena tingkahnya yang provokatif dalam pertandingan. 

Seperti dilansir ​Marca, Barca yang tidak terima dengan perlakuan dua mantan pemain Real Madrid itu pun akhirnya mengajukan gugatan ke Komisi Anti Kekerasan Olahraga. Namun, sayangnya tidak ada tindakan lebih lanjut yang diambil pihak berwenang untuk menyikapi komentar Sanchis dan Ricon.

Laga itu sendiri akhirnya dimenangkan dengan telak oleh Barcelona dengan skor 4-0 lewat gol-gol yang diciptakan oleh Luis Suarez (dua gol), Neymar, dan Andres Iniesta.

7 Pemain Legendaris Lawan yang Mendapat Aplaus di Santiago Bernabeu

​Suporter Real Madrid selalu menghargai para pemain legendaris klubnya, Itu sudah menjadi tradisi. Namun, mereka juga dikenal mampu menghargai pemain lawan, terutama pemain legendaris dari tim lawan.

Di babak kedua pertandingan Champions League belum lama ini, Francesco Totti masuk lapangan di tengah pertandingan menggantikan Stephan El Shaarawy. Sang Pangeran Roma rupanya menarik simpati para pendukung Los Blancos.

Ia diberi aplaus sambil berdiri atau standing ovation sebagai pengakuan dari pendukung tim lawannya. Totti ternyata bukan satu-satunya rival yang mendapat sambutan hangat Madridistas. Sedikitnya ada tujuh pemain legendaris yang pernah mengalaminya termasuk Totti.

7. Diego Armando Maradona

​Diego Maradona datang ke Camp Nou tahun 1982 setelah menggemparkan dunia bersama TImnas Argentina dan Boca Juniors. Dalam sebuah pertandingan El Clasico, El Pelusa mencetak salah satu gol. Pertandingan berakhir seri.

Pendukung Real Madrid ternyata terkesan dengan penampilan si pendatang baru dari Argentina itu. Mereka memberi sambutan dengan berdiri dan bertepuk tangan.

6. Ronaldinho Gaucho

Diego Maradona bukan satu-satunya pemain Barcelona yang menerima penghargaan para Madridistas. Partai El Clasico 2005/06 menghadirkan Ronaldinho dan Barca menang 2-0.

Pemain Brasil itu mengelabui Sergio Ramos dan Iker Casillas dan mencetak gol Dinho kemudian keluar lapangan dan secara serentak, pendukung Madrid berdiri lalu bertepuk tangan tanda penghargaan atas penampilannya kali itu. Luar biasa.

5. Alessandro Del Piero

​Del Piero adalah salah satu pemain terbesar dalam satu dekade terakhir. Juventus datang ke Santiago Bernabeu dalam pertandingan Champions League fase grup tahun 2008.

Claudio Ranieri lalu mengganti Del Piero di babak kedua dan publik Bernabeu memberi sambutan dengan standing ovation.

4. Ryan Giggs

​Real Madrid bertemu dengan Manchester United di babak 16 besar Champions League 2012/13, musim terakhir Sir Alex Ferguson. 

Ryan Giggs baru masuk di babak kedua dan ketika itulah sambutan luar biasa menantinya, sebuah penghargaan untuk pencapaian Giggs lewat kiprahnya di sepak bola Inggris.

3. Andrea Pirlo

​Real Madrid harus berhadapan dengan Juventus di semifinal Champions League musim lalu. Rekor pertemuan tuan rumah dengan 10 kemenangan.

Namun, hal tak terduga terjadi. Juventus menang ketika masih diperkuat Andrea Pirlo. Itu adalah laga terakhirnya di Champions League. Suporter Madrid lalu memberikan aplaus kepada mantan bintang AC Milan yang pernah hampir membela Madrid itu.

2. Andres Iniesta

​Walau secara tradisi Madrid adalah rival sengit Barcelona, hal itu tak menghalangi suporter Madrid dalam memberi penghargaan. Dalam partai El Clasico pertama musim ini, Luis Enrique memberi pelajaran kepada Rafael Benitez dengan menggilas Madrid 4-0.

Dalam sebuah momen, Andres Iniesta meninggalkan lapangan di babak kedua digantikan oleh Munir Haddadi. Penghargaan spontan diberikan kepada Iniesta.

1. Francesco Totti

​Pemain legendaris dan masih aktif bermain yang terakhir mendapat sambutan adalah Francesco Totti. Kariernya sebagai pemain mungkin akan berakhir di pengujung musim ini.

Madridistas menghargai keberadaan kapten Roma yang mungkin telah menjalani partai terakhir Champions League dalam kariernya itu. Mereka lantas memberi tepuk tangan meriah tanda penghormatan.

Thứ Tư, 9 tháng 3, 2016

8 Kelanjutan Karier Pemain Sepakbola yang Terkena Kasus Doping dan Narkoba

​Maria Sharapova secara mengejutkan membuat pengumuman bahwa dirinya gagal tes doping. Petenis cantik asal Rusia itu mengaku tak tahu bahwa obat untuk jantung yang telah diresepkan selama 10 tahun oleh dokter keluarganya ternyata mengandung salah satu zat doping.

Di dunia sepak bola, tes doping secara rutin telah dilakukan selama lebih dari 20 tahun terakhir. Namun, ada saja pemain-pemain yang masih berusaha mencari celah untuk mendongkrak performa mereka lewat zat-zat tambahan dan ilegal.

8. Jack Livermore

Hull City v Sunderland - Premier League

​Mantan pemain Tottenham Hotspur ini sukses memberi citra positif ketika dipinjamkan ke Hull City. Mereka lalu membelinya secara permanen. Ternyata, performa di musim kedua menukik.

Lalu, usai partai melawan Crystal Palace musim ini, Livermore kedapatan menggunakan kokain. Kehilangan anak menjadi penyebab rasa frustrasi pemain asal Inggris ini.

Walau sempat diancam hukuman oleh klub dan FA, sanksi terhadap Jack Livermore pada akhirnya dibatalkan. Mungkin rasa simpati menjadi faktor penentu keputusan tersebut.

7. Mohamed Kallon

Monaco's forward Mohamed Kallon jubilate

​Penyerang asal Sierra Leone ini mengalami kesulitan menembus barisan tim inti Inter Milan. Ada Obafemi Martins dan Adriano sebagai pilihan utama. Mungkin karena itulah Kallon menempuh jalur instan yang di kemudian hari membahayakan kariernya.

Di partai melawan Udinese, Kallon ketanggor menenggak nandrolone lalu dihukum selama delapan bulan. Setelh itu Kallon pindah ke AS Monaco. Di sana ia sempat tampil 48 kali kemudian menghilang dari kancah sepak bola Eropa.

Ia kini menjadi pemilik Kallon FC di negaranya. Timnya cukup sukses dengan menjadi juara FA Cup, juara liga, dan masuk kualifikasi African Champions League.

6. Mark Bosnich

Mark Bosnich

​Karier di Old Trafford tak menjanjikan sejak kedatangan Fabien Barthez. Kelakuannya di luar lapangan juga tak membantu. Mengemudi ugal-ugalan atau hormat Nazi adalah beberapa tingkah buruk Mark Bosnich.

Kariernya hampir terselamatkan di Chelsea. Sayangnya kebugaran menjadi kendala. Ditambah lagi, Bosnich kedapatan mengonsumsi kokain. Ia lalu dipecat dan pulang kampung ke Australia. Kariernya sebagai kiper tak lagi bisa terselamatkan kali itu.

5. Kolo Toure

FBL-ENG-PR-NEWCASTLE-LIVERPOOL

​Mantan bek Arsenal dan Manchester City ini sempat membuat heboh persepakbolaan Inggris. Pada 2011, Kolo Toure tercatat sebagai pemain Premier League pertama yang kena kasus doping dalam tujuh tahun terakhir.

WADA (World Anti-Doping Agency) menemukan zat spesifik yang diaku berasal dari pil diet istri Kolo. Panel FA lalu menyatakan bahwa pemain Pantai Gading ini berkata jujur, walau tetap mengganjar larangan enam bulan.

Kariernya tampak masih bisa diselamatkan di tangan Jurgen Klopp.

4. Garry O’Connor

MK Dons v Birmingham City - Pre-Season Friendly

​Suatu ketika, tersebutlah pemain muda berbakat dari Skotlandia yang mampu menembus timnas dalam usia 18 tahun. Lokomotiv Moscow kemudian tertarik dan merekrutnya.

Setelah itu O'Connor diminati Birmingham City dan bermain di Premier League sebentar, sebelum kasus doping dengan kokain terangkat. Karier Garry kemudian terhempas ke jurang. Ia kini bermain untuk Selkirk FC, klub di divisi level kelima Skotlandia.

3. Adrian Mutu

(FILES) This file photo shows Chelsea's

​Ia pernah dianggap sebagai salah satu penyerang terbaik Eropa. Chelsea lalu memboyong pemain asal Rumania ini. Sayangnya, kasus pelik akibat kecanduan kokain membuat Mutu dipecat plus hukuman larangan bermain tujuh bulan.

Juventus berusaha membangkitkan kembali kariernya. Setelah itu Mutu terlihat mencuat bersama Fiorentina. Namun, lagi-lagi ia kena kasus doping. Setelah menjalani hukuman absen sembilan bulan, Cesena, Ajaccio, dan Petrolul tak lagi bisa menikmati ketajamannya.

2. Diego Maradona

Diego Maradona of Argentina

​Legenda terbesar Argentina ini memang dikenal sebagai pemakai kokain yang setia hingga masa tuanya. Maradona pernah terkena kasus memalukan hingga didepak dari Napoli tahun 1991 akibat terbukti memakai kokain.

Tak hanya sampai di situ, di Piala Dunia 1994 Amerika Serikat, El Diego tampil memukau dan Argentina mungkin bisa jadi juara lagi jika tidak ada kasus ini.

Maradona dicurigai doping lalu dites. Hasilnya positif. El Diego kali itu memakai ephedrine. Maradona lalu hanya bisa bermain di kampung halamannya saja, lalu mengakhiri karier di Boca Juniors.

1. Gerard Kinsella

Fulham v Everton - Premier Academy League Final

​Kisah pemain satu ini mungkin paling memilukan. Gerrard Kinsella adalah mantan lulusan akademi Everton seangkatan dengan Ross Barkley. Ia pernah digadang menjadi gelandang tengah hebat.

Rentetan beberap cedera parah membawanya masuk meja operasi untuk cedera bahu, retak metatarsal, patah tulang leher, robek tulang rawan, meningitis, sampai pergelangan kaki.

Kinsella kemudian terpaksa turun kasta dan bermain di Fleetwood Town. Namun, rasa sakit sisa-sisa cedera sebelumnya tak kunjung usai. Kinsella lalu frustrasi dan tergoda memakai steroid anabolik.

Akibatnya, FA menjatuhkan sanksi larangan dua tahun! Karier Kinsella terancam tamat. Untungnya, AFC Liverpool memberi kesempatan dan sekarang Kinsella sedang membangun kembali kariernya sebagai pemain profesional.

Gareth Bale Sebut Real Madrid Beruntung Mengalahkan AS Roma

Bintang Real Madrid, Gareth Bale merasa bahwa timnya memperoleh beberapa keuntungan dengan menghadapi AS Roma, namun tetap layak untuk memenangkan pertandingan di babak 16 besar Champions League tersebut. 

Cristiano Ronaldo serta James Rodriguez telah berhasil mencetak gol hanya dalam kurun waktu empat menit pada babak kedua untuk memberikan kemenangan dua gol tanpa balas bagi klub besutan Zinedine Zidane tersebut di leg kedua, dan membuat mereka lolos ke babak perempat final dengan keunggulan agregat 4-0. 

Bale menyadari bahwa Real Madrid diuntungkan dengan sejumlah nasib baik yang mereka dapatkan, namun ia juga merasa bahwa penampilan di leg pertama telah terbukti sangat penting untuk memasikan kelolosan mereka di babak perempat final. 

"Anda selalu membutuhkan sedikit keberuntungan dalam pertandingan, mereka memiliki beberapa peluang yang bagus dan mereka bisa saja mencetak gol," ungkap Bale seperti dilansir ​Goal. 

FBL-ESP-LIGA-REALMADRID-CELTA

"Kami bertahan dengan sangat baik, dan di babak kedua kami mampu mencetak gol. Rekan-rekan satu tim saya bermain dengan sangat baik di markas AS Roma, dan tujuan kami adalah untuk bermain dengan baik di laga ini dan mencetak gol untuk memastikan kelolosan kami."

"Kami telah berhasil meraihnya, kami juga merasa bahagia dan kini kami akan menunggu untuk hasil undian di babak berikutnya. Kami saat ini harus fokus kepada La Liga dan musim ini."

Puas dengan Posisi Ronaldo saat Melawan Roma, Zidane Puji Fleksibilitas Tridente Madrid

Real Madrid melaju ke perempat final Champions League usai menyingkirkan AS Roma di 16 besar, dengan total agregat gol 4-0. Los Blancos menang 2-0 di leg pertama yang berlangsung di Olimpico, dan mengulanginya di leg kedua yang berlangsung di Santiago Bernabeu.

Dua gol Madrid di leg kedua diciptakan oleh Cristiano Ronaldo dan James Rodriguez. Pelatih El Real, Zinedine Zidane, puas dengan penampilan yang diperlihatkan Ronaldo saat bermain sebagai penyerang sentral.

Posisi yang sedianya ditempati Karim Benzema, namun sang penyerang masih cedera. Di dua laga La Liga sebelumnya melawan Levante dan Celta de Vigo, Zidane juga memainkan penyerang lulusan akademi klub, Borja Mayoral.

Namun kala melawan Giallorossi, ia lebih memilih untuk menempatkan Ronaldo bersama James, dan Gareth Bale sebagai tridente lini depan dalam formasi 4-3-3.

“Saya pikir Cristiano bermain baik. Pada awal laga dia bermain sebagai penyerang sentral, dan dia mampu bermain di banyak posisi serta terus menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ucap Zidane diberitakan ​Goal, Rabu (9/3).

Lebih lanjut Zidane juga puas dengan fleksibilitas lini depan Madrid. Ronaldo, Bale, dan James kerap bertukar posisi untuk mengacaukan konsentrasi lini belakang Roma. Ketiga pemain itu juga membantu pertahanan dengan baik.

“Saya senang dengan cara Gareth (Bale) bermain di kiri, meski dia juga mampu beroperasi di posisi yang berbebda dan juga sangat nyaman di kanan. Ide permainan untuk menempatkannya di kiri, sementara Cristiano bermain lebih ke tengah dan umpan-umpan silangnya menciptakan bahaya untuk lawan,” terang Zidane.

“Bale, James, dan Ronaldo konstan berganti posisi, tapi ketika kami bertahan, Cristiano harus bermain lebih sentral. Kami akan lihat lagi masa depan yang diberikan ketiganya ketika bermain di depan di berbagai posisi,” lanjutnya.

“Ketika lawan menghadapi pemain yang sama sepanjang laga, mereka lebih paham cara mengatasinya. Mereka semua tampil baik, baik saat bertahan dan menyerang,” pungkas Zidane.

Luis Suarez Mengaku Sangat Merindukan Liverpool

Striker Barcelona, Luis Suarez mengaku bahwa dirinya sangat merindukan kehidupan di Liverpool, sebuah klub yang ia sebut sangat penting dalam hidupnya. ​

Pemain berdarah Uruguay tersebut sebelumnya memang telah melakukan sebuah kunjungan yang sangat mengejutkan ke lapangan latihan Melwood pada Selasa (8/3) untuk bertemu dengan sejumlah mantan rekan satu timnya. Pemain berusia 29 tahun tersebut pun merasa sangat senang bahwa ia bisa kembali ke sana. 

"Terasa sangat luar biasa ketika melihat para pemain muda. Orang-orang yang bekerja di sini sangat baik dan saya merindukan mereka, jadi saya ingin datang dan bertemu dengan beberapa teman saya. Saya memiliki teman-teman yang sangat baik di sini," ungkap Suarez seperti dilansir ​Goal. 

"Saya juga mempunyai beberapa momen yang sangat bagus di sini selama tiga setengah tahun, dan ketika Anda memiliki momen bagus tersebut di hidup Anda, maka itu akan menjadi sebuah hal yang akan selalu Anda ingat."

"Saya selalu mencoba untuk menyaksikan pertandingan Liverpool dan mencari tahu hasilnya. Saya sangat tertarik kepada apa yang dijalani oleh Liverpool karena mereka adalah klub yang sangat penting di hidup saya."

8 Kota di Dunia Dengan Stadion Lebih Besar dari Populasi

Sebuah kota atau wilayah sewajarnya​ memiliki stadion yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan, termasuk tentunya olahraga khususnya sepak bola, dengan kapasitas yang memadai. Tidak ada persentase baku berapa kapasitas stadion yang disebut wajar terhadap populasi, karena jika dikaitkan dengan sepak bola, tingkat fanatisme setiap kota atau daerah terhadap klub yang bermarkas di kota tersebut akan berbeda. Namun, dengan kapasitas 10-20% dari populasi mestinya adalah angka yang wajar.

Keanehan terjadi saat kapasitas stadion di sebuah kota justru melebihi populasi di kota atau daerah tempat stadion tersebut berada. Tidak perlu hingga dua kali lipat, sedikit lebih banyak saja sudah cukup ajaib. Meski tidak banyak, tapi berikut delapan stadion yang memiliki kapasitas melebihi total populasi kota atau daerah tempatnya berdiri.

8. Stadio Teofilo Patini (112%)

Stadio

​Seperti hampir semua stadion di Italia, stadion ini dimiliki oleh pemerintah kota setempat yaitu Castel di Sangro. Dengan kapasitas 7.220 penonton, stadion ini menjadi markas klub di kasta keenam sepak bola Italia, Castel di Sangro.

Populasi kota Castel di Sangro menurut catatan 2013 adalah 6.461 jiwa yang membuat stadion ini memiliki persentase kapasitas 112% terhadap populasi.

7. Stade Bollaert-Delelis (117%)

FBL-EURO-2016-LENS-STADIUM

​Sebelumnya dikenal dengan Stade Félix Bollaert, yang juga markas klub peserta Ligue 2, Lens. Salah satu stadion yang akan menjadi tuan rumah Euro 2016 ini memiliki kapasitas 38.223 penonton. Sedangkan kota Lens hanya memiliki penduduk sebanyak 32.663 jiwa.

Persentase kapasitas terhadap populasi untuk stadion ini mencapai 117%.

6. Victoria Park (120%)

victoris

​Victoria Park di kota Dingwall adalah markas Ross County FC, klub peserta Scottish Premiership. Populasi Dingwall pada 2011 tercatat 5.491 jiwa sementara Victoria Park memiliki kapasitas 6.541 penonton.

5. Rheinpark Stadion (140%)

Rheinpark Stadion

​Terletak di kota Vaduz, Liechtenstein, stadion yang menjadi markas klub FC Vaduz ini memiliki kapasitas 7.584 penonton. Kota Vaduz sendiri berpenduduk sebanyak 5.429 jiwa. Artinya persentase kapasitas stadion terhadap populasi mencapai 140%.

4. Stadion FK Chmel Blsany (241%)

FK Chmel

​Stadion ini memang relatif kecil, hanya sanggup menampung 2.300 penonton. Stadion yang dimiliki oleh klub FK Chmel Blsany, berdiri di kota Blsany, Rep. Ceska yang berpenduduk, jangan kaget, hanya 954 jiwa.

FK Chmel Blšany sendiri sempat bermain di Liga Utama Ceska hingga 2006, namun kini bermain di kasta kelima Liga Ceska setelah mengalami degradasi terakhir pada 2012.

3. Stade de Roudourou (252%)

Stade de Roudourou

​Stadion yang terletak di kota Guingamp, Prancis ini bukan stadion sembarangan. Pada 10 Oktober 2009, stadion berkapasitas 18.250 penonton ini sempat dipakai Timnas Prancis untuk menjamu Timnas Kep. Faroe dalam kualifikasi Piala Dunia Afrika Selatan 2010.

Kota Guingamp sendiri menurut catatan terakhir pada 2012 berpenduduk 7.235 jiwa. Artinya di stadion yang merupakan markas klub Ligue 1, En Avant Guingamp ini, setiap dua orang penduduk punya jatah lima tempat duduk.

2. Drnovice Stadium (290%)

Drnovice stadium

Terletak di kota kecil Drnovice, Rep. Ceska, stadion ini memiliki kapasitas 6.616. Penduduk kota Drnovice sendiri berdasarkan sensus terakhir pada 2008 adalah 2.278 jiwa. Artinya, jika walikota setempat ingin mengumpulkan seluruh penduduk, tidak perlu pusing mencari tempat. Cukup di stadion dan bahkan hampir semua penduduk mendapat jatah tiga kursi.

Stadion ini sebelumnya menjadi markas klub FK Drnovice, anggota Liga Utama Ceska, hingga 2006. Karena kesulitan keuangan, klub tersebut bangkrut dan ditutup, namun stadionnya tetap berdiri.

1. Estadio El Cobre (296%)

Estadio El Cobre

​Ini dia juaranya. Kota El Salvador, Chili berdasarkan data terakhir mencapai 7.000 jiwa. Kota pertambangan ini sebelumnya dihuni hingga 24.000 orang. Setelah tambang tembaga yang menghidupi kota ini ditutup, populasinya langsung merosot.

El Salvador memiliki Estadio El Cobre, sebuah stadion dengan kapasitas 20.752, yang membuatnya menempati peringkat pertama dengan persentase terhadap populasi mencapai 296%. Stadion ini adalah markas klub Cobresal yang bermain di Primera Division Liga Chili.

Thứ Ba, 8 tháng 3, 2016

James Rodriguez Menerima Kritikan Suporter Real Madrid dengan Besar Hati

​Gelandang Real Madrid, James Rodriguez, mengaku bahwa suporter berhak mengejeknya setelah tampil tidak semaksimal musim 2015/16 ini. Pernyataan pemain asal Kolombia itu dlontarkannya usai membawa Real Madrid menang 2-0 atas AS Roma di leg kedua babak 16 besar Champions League, Rabu (9/3) dini hari WIB.

Suporter Madrid menyuarakan kekecewaan mereka setelah tim kesayangannya tertinggal 12 poin di klasemen La Liga dari Barcelona dan kalah 0-1 dari rival sekota Atletico Madrid akhir Februari 2016. Tak hanya James yang diejek, Cristiano Ronaldo yang mencetak gol pembuka pun terkena getah kemarahan suporter.

Meski menyakitkan, James merasa bahwa suporter berhak memberikan tuntutan kepada para pemain yang berlaga di atas lapangan.

"Ada hari-hari ketika segala sesuatu tidak berjalan seuai keinginan Anda, tetapi kita tahu bahwa apa pun bisa terjadi dalam sepak bola. Saya percaya semua suporter ingin melihat sepak bola yang bagus dan ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, mereka memiliki hak untuk mengejek kami. Kami berada di klub yang memberikan tuntutan pada Anda setiap hari, dan kami pemain di sini untuk itu," kata James dikutip ​ESPN.

"Saya mencoba untuk lebih baik setiap hari. Anda harus tetap berlatih keras setiap hari. Setiap kali Anda pergi untuk bermain Anda harus memberikan segalanya, meskipun terkadang beberapa hal tidak berjalan sesuai keinginan Anda."

Barcelona Pamerkan Foto Rencana Camp Nou Baru

​Klub raksasa Spanyol, Barcelona, akan merenovasi stadion mereka, Camp Nou. Stadion kebanggaan klub Catalan tersebut nantinya akan menampung 105 ribu penonton atau akan berkapasitas 10 ribu lebih banyak dari jumlah saat ini, yaitu 95 ribu penonton. 

​​Rencananya stadion tersebut akan dibangun pada musim 2017/18 selesai direnovasi pada 2021 dan pembangunannya akan dibangun oleh perusahaan arsitektur Jepang, Nikken Sekkei, dan Catalan stdio Pascual i Ausio Arquitectes. Proyek ini diperkirakan memakan harga sekitar 465 juta pound atau 600 juta euro. 

Dilansir​ Daily Mail, renovasi yang dilakukan klub tidak akan membuat mereka pindah stadion untuk sementara. Nantinya stadion ini dikabarkan akan mengizinkan sponsor memakai nama mereka di stadion seperti yang Emirates lakukan untuk stadion Arsenal yang baru. 

​​

​​

Diejek Suporter, Sergio Ramos Bela Ronaldo

Penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, mendapatkan ejekan saat membawa timnya menang 2-0 atas AS Roma dalam leg kedua Champions League 2015/16, Rabu (9/3) dini hari WIB. Ironisnya, Ronaldo menjadi pencetak gol pembuka dan memberikan satu assist untuk gol kedua di laga tersebut.

Menanggapi reaksi publik Santiago Bernabeu yang malah mengejek Ronaldo yang sudah berjasa besar membawa timnya ke perempat final, kapten tim Sergio Ramos pun mengutarakan pembelaannya.

"Saya akan memberitahu para suporter untuk berpikir terlebih dahulu. Saya menghormati mereka, tapi ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik mereka harus mendukung pemain mereka karena kami semua menginginkan yang terbaik untuk Real Madrid," ujar Ramos dikutip ​Daily Mail.

"Dia (Cristiano Ronaldo) pemain bersejarah bagi Real Madrid, dia terus membuktikan bahwa dari tahun ke tahun, lihat apa yang dicapainya. Ketika suporter di Bernabeu mengejek Anda itu karena mereka ingin mengirimkan tuntutan mereka kepada Anda, mereka ingin mendorong kami dan melihat performa terbaik dari kami."

Real Madrid lolos ke perempat final dengan agregat 4-0. Dua gol Real Madrid sendiri dicetak oleh Cristiano Ronaldo dan James Rodriguez. Gol Ronaldo di laga ini merupakan gol ke-90 miliknya di kompetisi Champions League.

Rating Pemain Real Madrid saat Melawan AS Roma - Champions League

​Leg Kedua 16 Besar Champions League

Real Madrid vs AS Roma

Santiago Bernabeu

Peraih 10 trofi Champions League, Real Madrid berhasil melaju ke perempat final Champions League usai menyingkirkan AS Roma di 16 besar. Sergio Ramos dan kawan-kawan mengantongi total keunggulan agregat gol 4-0, setelah menang 2-0 di leg pertama dan mengulanginya di leg kedua yang berlangsung di Santiago Bernabeu.

Dua gol Madrid di leg kedua diciptakan oleh Cristiano Ronaldo dan James Rodriguez. Ronaldo bermain baik, dan juga memberi assist untuk gol James. Namun di sisi lainnya, winger Portugal juga melewatkan banyak peluang untuk mencetak lebih dari satu gol.

Ronaldo dan James tidak sendirian tampil baik di laga itu, karena pemain Madrid lainnya juga tampil baik menghadapi kecepatan serangan balik Roma. Lantas, berapa rating pemain-pemain Madrid yang diturunkan Zinedine Zidane?

Penjaga Gawang

  • Navas
    Navas1

Keylor Navas (9/10): Gawang Madrid clean sheet dari kebobolan saat melawan Roma di dua leg karena andil Navas. Hal itu kian terbukti di leg kedua di Santiago Bernabeu, kala eks kiper Levante melakukan sejumlah penyelamatan gemilang dari serangan cepat pemain Roma.

Pertahanan

  • Danilo
    Danilo23
  • Pepe
    Pepe3
  • S. Ramos
    S. Ramos4
  • Marcelo
    Marcelo12

Marcelo (7/10): Di satu sisi serangan Madrid hidup di sisi kiri karena Marcelo sering bantu menyerang. Namun permainannya itu kerap meninggalkan celah di lini belakang, dan Mohamed Salah sering mengekspos posisi tersebut.

Sergio Ramos (8/10): Akibat lubang yang ditinggalkan Marcelo, Ramos sering meng-cover area tersebut. Tapi Ramos mampu mengimbangi kecepatan Salah, meski di awal sempat kalah cepat dengannya.

Pepe (8/10): Meski sempat meninggalkan tugasnya untuk menjaga Edin Dzeko. Pepe tetap tampil solid, dan menebusnya dengan permainan yang gigih di babak kedua dan tidak memberi ruang kepada barisan depan Roma.

Danilo (7/10): Banyak menyerang seperti Marcelo, tapi lebih taktis dari kompatriotnya tersebut karena ia tahu kapan harus bertahan. Hingga Stephan El Shaarawy kesulitan melewati zona yang dijaga Danilo.

Pemain Tengah

  • Modric
    Modric19
  • Casemiro
    Casemiro14
  • Kroos
    Kroos8

Toni Kroos (8/10): Keberadaan Casemiro membuat Kroos bisa sedikit fokus membantu serangan, dan hal itu terbukti dengan peluang yang diciptakannya dari luar kotak penalti. Selain membantu menyerang, Kroos juga mengalirkan bola dengan baik ke berbagai lini.

Casemiro (7/10): Di satu sisi menjalankan tugasnya dengan baik untuk melapis lini bertahan Madrid di lini belakang dan tengah. Namun di kesempatan lainnya Casemiro juga kerap melakukan kesalahan mendasar dalam mengoper bola, hingga bola direbut pemain Roma.

Luka Modric (8/10): Penguasaan bola Madrid didalangi oleh Modric yang berkoordinasi baik dengan Kroos dan Casemiro. Modric membantu pertahanan, dan juga bekerja keras membantu lini depan Madrid membongkar pertahanan Roma. Diganti dengan Jese Rodriguez di menit 75.

Pemain Depan

  • James
    James10
  • Ronaldo
    Ronaldo7
  • Bale
    Bale11

Gareth Bale (6/10): Hanya bermain 61 menit, Zidane tak ingin memaksakannya bermain setelah pulih cedera baru-baru ini. Meski hanya sejam bermain, Bale menunjukkan akselerasi, pergerakan dan usaha mencetak gol. Sayang permainannya terlalu individu, memaksakan diri membawa bola di tengah kepungan pemain Roma.

Cristiano Ronaldo (8/10): Ronaldo paling tidak punya peluang mencetak lebih dari satu gol di laga ini. Tapi pemain berusia 31 tahun bak dijauhi dewi fortuna untuk mengulangi performanya saat mencetak empat gol ke gawang Celta de Vigo. Meski begitu ia tetap bekerja keras menjelajah lapangan, membuka ruang, dan memberi assist untuk gol James.

James Rodriguez (8/10): Menjelajah ruang dari kanan ke kiri setelah Lucas Vazquez masuk. James lebih berbahaya di sisi kanan pertahanan Roma, dan akhirnya mencetak gol kala menerima assist Ronaldo.


Pemain Pengganti

Lucas Vazquez (8/10): Vazquez yang rendah hati. Tiap aksi yang ditunjukkannya, membuktikan bahwa ia pemain yang mengedepankan kepentingan tim di atas kepuasaan individu. Baru masuk menggantikan Bale, Vazquez langsung memberi assist untuk gol Ronaldo.

Jese Rodriguez (6/10): Dimasukkan Zidane menggantikan Modric agar Madrid bisa mencetak gol lebih banyak lagi dengan kehadirannya. Tapi Jese telat panas, dan tak sama sekali mengancam gawang Roma.

Mateo Kovacic (6/10): Masuk telat menggantikan Casemiro, untuk menjaga keseimbangan di lini tengah. Tak ada yang spesial dari permainannya.

5 Hal yang Dapat Dipelajari dari Laga Real Madrid vs AS Roma

Real Madrid telah melalui hadangan AS Roma di 16 besar Champions League, untuk menjaga asa meraih undecima atau trofi ke-11. Los Blancos lolos dengan agregat gol 4-0, setelah menang 2-0 di Olimpico, dan mengulanginya di leg kedua yang berlangsung di Santiago Bernabeu.

Dua gol yang tercipta di markas Madrid dibukukan oleh Cristiano Ronaldo dan James Rodriguez. Dari laga yang berlangsung sengit antara tim besutan Zinedine Zidane dan Luciano Spalletti, muncul beberapa pelajaran yang dapat dipelajari. Apa sajakah itu?

5. Vazquez Pemain yang Dibutuhkan Zidane

Real Madrid CF v Real Sociedad de Futbol - La Liga

Ketika pemain seperti Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo memiliki ego yang besar dan sulit disatukan bersama. Muncul pemain bernama Lucas Vazquez, yang mungkin saja dibutuhkan Zidane agar Madrid bermain kolektif seperti halnya Barcelona.

Saat melawan Roma dan kedudukan mentok dengan skor kacamata. Bale dan Ronaldo lebih banyak menunjukkan aksi individu mereka, dan memaksakan diri mendribel beberapa pemain Roma. Namun saat Vazquez masuk menggantikan Bale, ia langsung menunjukkan pentingnya kerjasama tim.

Vazquez bermain simpel mengelabui satu pemain lawan dan memberi assist kepada Ronaldo, dari umpan silang yang diberikannya. Eks pemain Espanyol tak menunjukkan egonya, dan rendah hati bermain untuk kepentingan tim.

4. Standing Ovation Legenda Giallorossi

Real Madrid CF v AS Roma - UEFA Champions League Round of 16: Second Leg

Francesco Totti telah berusia 39 tahun dan mungkin menjalankan musim terakhirnya di Roma musim ini, begitu juga dengan Champions League. Publik Santiago Bernabeu tahu dedikasi dan komitmen yang diberikan Il Capitano untuk satu-satunya tim yang dibelanya itu.

Alhasil kala Totti masuk menggantikan Stephan El Shaarawy, standing ovation atau sambutan diberikan suporter untuk Totti, yang telah memperkuat Serigala Ibu Kota sejak memulai debutnya pada 28 Maret 1993 di bawah arahan Vujadin Boskov.

3. Makna 90 untuk Ronaldo

FBL-EUR-C1-REALMADRID-ROMA

Gol Ronaldo memanfaatkan umpan silang Vazquez merupakan gol ke-90 di Champions League untuk Madrid. Fakta lainnya adalah itu merupakan gol ke-17 Ronaldo di fase 16 besar melawan tim Italia yang ke-13.

Adapun rincian 90 gol Ronaldo dibagi dengan rincian sebagai berikut.

“Gol ronaldo ke-90, 44 dicetaknya di markas (Santiago Bernabeu), 44 di laga tandang dan dua di tempat netral,” kicau akun statistik @OptaJoe.

2. Spalletti Kini Tahu Level Roma di Champions League

Real Madrid CF v AS Roma - UEFA Champions League Round of 16: Second Leg

AS Roma telah menjajal Bayer Leverkusen, Barcelona, dan Madrid di Champions League. Menghadapi dua raksasa Spanyol, Alessandro Florenzi dan kawan-kawan tidak bisa banyak berkutik.

Meski dilatih dua pelatih berbeda, Rudi Garcia sebelumnya, dan kini Luciano Spalletti. Roma yang mendatangkan pemain musim ini seperti Edin Dzeko, Diego Perotti, Stephan El Shaarawy, dan Lucas Digne belum cukup kuat untuk bertahan lama di Champions League seperti halnya Juventus.

Banyak hal yang harus dibenahi Roma mulai dari mental bermain, hingga pembentukan tim yang harusnya dimulai dari Serie A. Kumpulan pemain-pemain berkualitas tidak menjamin kesuksesan di turnamen antarklub terbaik dunia itu.

1. Ronaldo Menjauh dari Messi dan Raul

FBL-EUR-C1-REALMADRID-ROMA

Usia Ronaldo telah berumur 31 tahun, namun ia tak berhenti memecahkan rekor yang mungkin sulit dilewati pemain di generasi berikutnya. Gol Ronaldo ke gawang Wojciech Szczesny juga mencatatkan rekor baru, selain gol ke-90 di Champions League untuk Madrid.

“Cristiano Ronaldo sekarang telah mencetak 61 gol di laga Champions League yang berbeda-beda, lebih dari pemain manapun (Raul Gonzalez 56 gol, Lionel Messi 51 gol). Tidak mengenal belas kasihan,” kicau Twitter @OptaJoe.

Real Madrid 2 - 0 AS Roma: Standing Ovation Totti “Rayakan” Kelolosan Madrid ke Perempat Final

Real Madrid sukses melaju ke delapan besar atau perempat final Champions League usai menyingkirkan AS Roma dengan agregat gol 4-0 di 16 besar. Setelah menang 2-0 di Olimpico, Los Blancos kembali menang dengan skor yang sama di leg kedua yang berlangsung di Santiago Bernabeu.

Aksi publik Santiago Bernabeu saat memberi standing ovation atau penghormatan kepada Francesco Totti pada menit 73, kala ia masuk menggantikan Stephan El Shaarawy, mewarnai kelolosan Madrid ke fase selanjutnya.

Totti diberi penghormatan karena ia legenda Roma, yang mungkin pensiun akhir musim ini dan menjalani laga terakhirnya di Champions League, mengingat usianya telah berumur 39 tahun.

Jalannya Pertandingan

Babak Pertama

Roma tahu butuh menang 3-0 jika ingin langsung melaju ke fase selanjutnya, setelah kalah 0-2 di leg pertama yang berlangsung di Stadio Olimpico. Pelatih Roma, Luciano Spalletti, langsung menurunkan skuat yang cukup ofensif dengan menempatkan Edin Dzeko, Stephan El Shaarawy, Diego Perotti, dan Mohamed Salah di lini depan.

Sementara Roma mengejar defisit dua gol Madrid, tim tuan rumah yang diarsiteki Zinedine Zidane mengubah komposisi pemainnya. Tanpa Karim Benzema yang masih cedera, Zidane menempatkan Cristiano Ronaldo di depan bersama Gareth Bale, dan James Rodriguez. Di lini tengah Zidane juga menjaga poros Luka Modric dan Toni Kroos, dengan menempatkan Casemiro sebagai “pengaman” lini tengah.

Tipikal Casemiro sebagai perebut bola, dapat memberi jaminan keamanan di lini tengah serta melapis pertahanan Madrid. Hingga Kroos dan Modric bisa bebas menyerang, membantu tridente lini depan Madrid.

FBL-EUR-C1-REALMADRID-ROMA

Di 10 menit pertama laga langsung berjalan sengit. Roma tancap gas menyerang untuk mengejar ketertinggalan agregat gol. Namun serangan mereka hanya terjadi sesaat, karena Madrid langsung mengambilalih penguasaan bola.

Madrid mendikte tempo permainan, sementara Roma bermain dengan serangan balik mengandalkan kecepatan Salah, Perotti, dan Shaarawy. Ketiganya langsung mengancam, kala merebut bola dari kaki pemain Madrid.

Pola permainan itu nyaris berbuah gol pada menit 14 untuk Roma. Salah menusuk dari sisi kiri pertahanan Madrid, memberikan bola yang dibiarkan Shaarawy lewat menuju Dzeko yang tak terkawal. Sayang bagi fans Roma, sepakan eks striker Manchester City hanya melebar di samping kanan gawang Keylor Navas.

Kiper Roma, Wojciech Szczesny, sudah dipaksa melakukan beberapa penyelamatan di 20 menit pertama dari peluang yang diciptakan Kroos, Ronaldo, dan Modric. Lini pertahanan Roma yang digalang Kostas Manolas dan Ervin Zukanovic belum berbuat banyak, dalam mencegah sepakan tepat sasaran para pemain Madrid.

Kedua tim menghasilkan banyak peluang hingga waktu berjalan 30 menit, namun uniknya tidak ada satupun peluang tersebut yang mampu dikonversi menjadi gol. Roma masih memiliki peluang mengejar agregat gol, sedangkan Madrid tak sabar mencetak gol untuk memupuskan harapan tim tamu.

Skor kacamata bertahan hingga babak pertama berakhir. Szczesny menjaga gawang Roma tetap clean sheet berkat beberapa penyelamatan krusialnya, Madrid masih unggul agregat dua gol.

Babak Kedua

Spalletti mengganti pemainnya di awal babak kedua. Miralem Pjanic ditarik keluar, dan diganti dengan William Vainqueur. Pria asal Prancis tersebut punya tipikal bermain lebih defensif ketimbang Pjanic, indikasi bahwa Spalletti ingin memenangi perebutan bola di lini tengah, dan dengan cepat memberikan bola ke lini depan.

Roma mencatatkan dua peluang emas di menit 55 dan 56. Namun dua peluang itu kandas oleh penyelamatan gemilang Navas, kala menepis sepakan keras Alessandro Florenzi dan Manolas dari situasi bola mati.

Zidane coba memberikan warna baru di permainan Madrid, mengganti Bale dengan Lucas Vazquez di menit 61. Vazquez bermain lebih direct atau langsung, dalam memberikan umpan silang ke dalam kotak penalti lawan.

Pergantian itu pun terbukti jitu. Tak lama setelah Vazquez masuk, eks pemain Espanyol melakukan step over untuk melewati Lucas Digne dan mengirim umpan silang, yang langsung disambar Ronaldo. Kapten Timnas Portugal mencetak gol ke-13 di Champions League musim ini dari delapan laga yang dilakoninya, 1-0 untuk Madrid.

Madrid bermain lebih nyaman dengan keunggulan itu dan kembali mencetak gol di menit 67. Kali ini dari skema serangan balik kilat, Ronaldo memberikan bola kepada James yang langsung menendangnya melewati sela kaki Szczesny.

2-0 Madrid menjauh, agregat gol menjadi 4-0, dan Roma butuh empat gol jika masih ingin bertahan di Champions League.

Publik Santiago Bernabeu ikut memberi standing ovation kepada legenda Roma, Francesco Totti yang turun bermain di menit 73 menggantikan Shaarawy. Bisa jadi Champions League musim ini jadi laga terakhir sang pangeran Roma, mengingat usianya telah berumur 39 tahun.

Zidane sepertinya masih belum puas dengan keunggulan 2-0 dan agregat gol 4-0. Ia mengganti Modric yang notabene gelandang tengah, dengan Jese Rodriguez yang merupakan penyerang sayap di menit 75.

Tak sampai di situ, Zidane membuktikan ucapan yang ingin timnya bermain ofensif. Pada menit 83 ia mengganti Casemiro dengan Mateo Kovacic yang lebih ofensif, dan mengenal kultur sepak bola Italia karena pernah bermain untuk Inter Milan.

Namun Madrid tak lagi menambah pundi-pundi gol mereka, dan Roma tak juga mampu membobol gawang Navas hingga laga berakhir. Skor 2-0 menutup laga untuk kemenangan Madrid, yang lolos ke fase selanjutnya dengan total agregat gol 4-0.

Susunan Pemain:

Real Madrid: Keylor Navas: Marcelo, Sergio Ramos, Pepe, Danilo; Toni Kroos, Casemiro (Mateo Kovacic 83’), Luka Modric (Jese Rodriguez 75’); Gareth Bale (Lucas Vazquez 61’), Cristiano Ronaldo, James Rodriguez

Pelatih: ZInedine Zidane

AS Roma: Wojciech Szczesny; Alessandro Florenzi, Kostas Manolas, Ervin Zukanovic, Lucas Digne; Seydou Keita (Maicon 86’), Miralem Pjanic (Wiliam Vainqueur 46’), Mohamed Salah, Diego Perotti, Stephan El Shaarawy (Francesco Totti 73’); Edin Dzeko

Pelatih: Luciano Spalletti

Susunan Pemain Champions League: Real Madrid vs AS Roma

​

​​

​​

10 Stadion Terbaik di Dunia

Stadion merupakan tempat untuk menyelenggarakan petandingan sepak bola sebuah tim. Apa jadinya sebuah tim sepak bola tanpa adanya stadion? Ada beberapa stadion yang wajib Anda kunjungi karena keindahan dan sejarah stadion tersebut.

Berikut adalah 10 stadion terbaik di dunia.

10. Anfield

Liverpool v FC Augsburg - UEFA Europa League Round of 32: Second Leg

​Jika mendengar kata Stadion Anfield, para penggemar sepak bola tentu sudah mengetahui ini merupakan kandang tim mana? Ya, jawabannya adalah tim dari Premier League, Liverpool.

Tapi yang membuat stadion ini menjadi sangat ikonik adalah fans Liverpool selalu menyanyikan lagu kebanggaan 'You'll Never Walk Alone'.

9. Wembley

FBL-ENG-LCUP-LIVERPOOL-MAN CITY

​Stadion Wembley merupakan stadion kebanggaan masyarakat Inggris. Infrastruktur stadion ini juga sangat luar biasa. 

Stadion ini juga menggelar beberapa pertandingan Tim Nasional Inggris dan laga FA Cup dan League Cup. Stadion yang dibangun pada 17 Maret 2007 ini juga bisa menampung sebanyak 90.000 penonton.

8. Azteca Stadium

FBL-MEXICO-AMERICA-TIGRES-FINAL

​Stadium sepak bola di Meksiko, Stadion Azteca sempat menggelar pertandingan final Piala Dunia 1986 yang terkenal kontroversial, yakni antara Inggris melawan Argentina.

Puluhan ribu pasang mata saat itu menjadi saksi ketika Diego Maradona mencetak sebuah gol ke gawang Inggris, yang kemudian terkenal dengan sebutan gol tangan tuhan.

7. Old Trafford

Manchester United v Southampton - Premier League

​Manchester United sudah memakai Stadion Old Trafford sejak 1910. Stadion yang terkenal dengan nama Theatre of Dreams tersebut sempat mendominasi persepakbolaan di Inggris dan Eropa dari musim 1990an hingga 2000an. 

6. Signal Iduna Park

Borussia Dortmund v FC Bayern Muenchen - Bundesliga

​Kandang ini sangat spesial untuk para pemain Borussia Dortmund. Warna kuning yang menjadi warna kostum kebanggaan Dortmund, selalu memenuhi stadion yang juga dapat dipanggil Westfalen Stadium.

Tidak heran, para pemain lawan akan merasa sangat merinding bila masuk ke kandang tim berjuluk Die Borussen tersebut. 

5. San Siro

AC Milan v FC Barcelona - UEFA Champions League

​San Siro merupakan kandang dari AC Milan, salah satu tim tersukses yang pernah ada di Eropa dan lima gelar Champions League dan juga tim rival, Inter Milan.

Sampai saat ini San Siro masih menjadi rumah bagi Milan dan Internazionale. Sayang, saat ini kedua tim kebanggaan asal Italia itu sudah tidak lagi mendominasi di ajang Eropa.

4. Alianz Arena

FC Bayern Muenchen v SV Darmstadt 98 - Bundesliga

​Stadion Alianz Arena menempati urutan keempat sebagai arena sepak bola terbaik di dunia. Allianz Arena merupakan kandang dari Bayern Munchen dan Tim Nasional Jerman.

Stadion ini terletak di sebelah utara kota Munchen, Jerman dan dirancang oleh Pierre de Meuron dan Jacques Herzoq. 

3. Santiago Bernabeu

FBL-EUR-C1-ROMA-TRAINING

​Santiago Bernabeu telah menjadi salah satu stadion terbaik dan angker di dunia dalam beberapa tahun terakhir. Terbukti, banyak tim yang merasa takut untuk bertandang ke markas Real Madrid ini. 

Dengan memiliki kapasitas 81.000 tempat duduk, para pendukung Madrid di seluruh dunia mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan Cristiano Ronaldo dkk bertanding secara langsung.

2. Camp Nou

FBL-ESP-LIGA-BARCELONA-ATHLETIC

​Tidak hanya kandang dari salah satu klub terbaik di dunia saat ini, Camp Nou juga merupakan rumah bagi Tim Nasional Spanyol dan dan menjadi tempat untuk menggelar pertandingan final Copa del Rey.

Stadion ini terletak di jantung ibukota Barcelona, Spanyol. Kandang El Barca ini memiliki kapasitas 90.000 orang. Jadi, setiap penggemar Blaugrana bisa menonton aksi Lionel Messi, Neymar dan Luis Suarez,

1. Maracana

Flamengo v Gremio - Brasileirao Series A 2015

​Stadion paling bercahaya di dunia, Maracana merupakan stadion yang terletak di Rio de Janeiro, Brasil. Stadion ini berkapasitas 95.000 ribu dan merupakan salah satu yang terbesar di Amerika Selatan dan Brasil. 

Stadion Maracana menggelar dua pertandingan Piala Dunia yakni pada tahun 1950 dan 1994. Stadion ini juga akan menggelar Olimpiade musim panas 2016.

Presiden La Liga Tegaskan Tidak Ada Perlakuan Istimewa untuk Lionel Messi

Javier Tebas selaku Presiden La Liga menegaskan bahwa bintang Barcelona, Lionel Messi tidak memperoleh perlakuan istimewa. ​Sebelumnya pemain bertahan Atletico Madrid, Filipe Luis telah mengklaim bahwa bintang asal Argentina tersebut diperlakukan dengan berbeda daripada para pemain yang lain di La Liga karena status bintangnya.

Namun Tebas kini berusaha untuk menepis hal tersebut, dengan menegaskan bahwa seluruh pemain dan klub sama-sama penting bagi La Liga. 

"Bagi kami, seluruh pemain di La Liga dilindungi. Tidak ada perbedaan antara Lionel Messi ataupun Cristiano Ronaldo, atau salah satu pemain dari Rayo Vallecano. Kami adalah sebuah liga yang global dan klub-klub kecil juga sama pentingnya dengan klub-klub besar," tegas Javier Tebas seperti dilansir ​Goal. 

Tebas juga memaparkan pendapatnya terkait situasi yang dialami oleh Cristiano Ronaldo di Real Madrid, setelah bintang asal Portugal tersebut disiuli oleh para fansnya sendiri menyusul kritikan yang ia lontarkan kepada rekan-rekan satu timnya. 

SD Eibar v FC Barcelona - La Liga

"Anda harus menghargai orang-orang yang datang ke Santiago Bernabeu, namun saya tak bisa memahami mengapa mengejek dan bersiul kepada Ronaldo dengan sengaja setelah segalanya yang ia lakukan bagi Real Madrid. Ia layak dihargai atas torehannya."

7 Pemain dengan Catatan Penalti Terburuk

​Tugas mengambil tendangan penalti adalah beban yang sangat berat. Bukan karena soal tekniknya. Kesuksesan penalti lebih banyak karena faktor mental ketimbang aspek teknis.

Bahkan bintang sekelas Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo pernah gagal melakukan penalti. Beberapa pemain yang tampaknya lebih banyak apes  ketika berduel satu lawan satu dengan kiper.

Siapa saja penembak penalti terburuk? Mari kita lihat catatan-catatan mereka.

7. Gabriel Batistuta (72%)

Roma v Fiorentina X

Gabriel Batistuta pernah menjadi salah satu salah satu striker terbaik Fiorentina dan Argentina. Pemain legendaris yang juga pernah membela AS Roma ini ternyata punya catatan sangat buruk soal penalti.

Dari 25 kesempatan sepanjang karier, Bati gagal tujuh di antaranya. Artinya, presentasi konversi gol hanya 72% saja.

6. Michael Owen (70%)

Newcastle United v Middlesbrough - Premier League

​Konversi gol dari tendangan penalti mantan bintang Liverpool, Real Madrid, Manchester United, Newcastle United, dan beberapa klub lain ini cukup baguslah.

Angka 70% diraihnya hasil dari 20 kesempatan. 14 di antaranya berbuah gol. Tidak terlalu buruk jika tak ada pilihan yang lebih baik.

5. Wayne Rooney (69%)

Stoke City v Manchester United - Premier League

​Louis van Gaal mungkin perlu mencari pemain yang punya konversi penalti lebih baik dari kapten Manchester United ini. Rooney memang masih masih cukup baik jika dibandingkan beberapa pemain lainya.

Namun, dari 26 kesempatan berduel dengan kiper, Rooney hanya sukses 18 kali. Apakah Anthony Martial bakal lebih baik?

4. Jermain Defoe (65%)

Liverpool v Sunderland - Premier League

​Mantan bintang Tottenham Hotspur yang sekarang membela Sunderland ini masih bisa memberikan kontribusi gol cukup banyak. Penyerang berumur 33 tahun ini telah beberapa kali menjadi penentu perolehan poin klubnya.

Untuk penalti mungkin Sam Allardyce perlu menunjuk pemain lain. Soalnya dari 26 kesempatan, Defoe pernah gagal sembilan kali.

3. Ashley Young (62,5%)

Manchester City v Manchester United - Premier League

​Pemain Manchester United berumur 30 tahun ini mungkin tak akan banyak mendapat kesempatan penalti lagi di sisa kariernya. Ada delapan kesempatan sudah ia lakoni.

Tiga di antaranya berakhir dengan kegagalan. Maka, konversi gol dari penalti untuk Young hanya 62,5%. Terkecuali mungkin jika ada adu penalti dan telah menjalani latihan khusus.

2. Kevin Phillips (61%)

Manchester City v Southampton

​Mantan penyerang andalan Sunderland dan beberapa klub lainnya ini tipikal pemain Inggris. Ia tak terlalu cocok dijadikan pengambil penalti. Sepanjang kariernya Phillips telah mencetak 271 gol.

Namun, untuk penalti, dari 18 kesempatan, hanya 11 yang sukses. Konversinya 61%. Mungkin tak terlalu buruk jika kesempatanya lebih banyak.

1. Steed Malbranque (60%)

Fulham v Wigan Athletic

​Mantan gelandang tengah andalan Fulham ini tak banyak mendapat kesempatan mengambil penalti. Mungkin karena memang konversinya tidak terlalu besar.

Malbrangue pernah mendapat 10 penalti namun hanya enam yang berhasil masuk ke gawang. Rekor ini membuatnya hanya meraih konversi sebanyak 60% saja.